23 Oct 2020

Kotokan Kecambah Wuku Feet Iwak Kebo , Kuliner Khas Kudus yang Nikmat

 



 

Siapa yang sudah pernah makan jenis masakan Kotokan ini, yang tinggal di sekitar Pantura atau Jawa Tengah utara mestinya banyak yang tahu. Sayur kotokan ini sepertinya menu paling irit untuk sarapan di wilayah kota Kudus dan sekitarnya. Apalagi bila kotoan itu hanya berupa tahu dan tempe yang dibuah sayur kuah dengan santan. Sudah mewakili makan sayur berkuah sekaligus sebagai lauk. Irit bukan ?

Kali ini saya ingin memadukan bumbu Kotoan ini untuk mengolah kecambah wuku yang dipadu dengan daging kerbau (khas Kudus tentunya) dan tempe. Oh iya, sudah tahu kan dengan kecambah wuku, yaitu kecambah yang dibuat dari biji kapas bukan dari biji kedelai seperti biasanya. Ikuti yuk bahan yang dibutuhkan dan cara memasaknya.

Bahan yang dibutuhkan:

-         Kecambah wuku 2 tuyuk ( beli 4000 rupiah saja )

-         Daging kerbau 1 ons ( harganya 13,000 rupiah), cincang halus biar cepet empuk. Karena tekstur daging kerbau lebih kasar daripada daging sapi.

-         Tempe 1 potong ( harga  2000 rupiah)

-         Kelapa parut seperempat butir ( harga 2500 rupiah), buat santan secukupnya.

-         Bawang merah 7 siung , iris tipis-tipis

-         Bawang putih 4 siung, iris tipis-tipis

-         Cabai merah/ hijau? Rawit ( sesuai selera), iris serong

-         Lengkuas sekerat

-         Daun salam 2 lembar

-         Garam, penyedap rasa dan gula putih secukupnya sesuai selera.

 

Cara Membuatnya:

Tumis Bawang merah sampai harum, masukkan bawang putih dan cabai iris sampai semua layu. Kemudian masukkan daging kerbau, oh iya kenapa saya memilih daging kerbau karena memang yang beredar di pasar –pasar Kudus kebanyakan daging kerbau sesuai dengan petuah Sunan Kudus, sebagai bentuk toleransi dengan agama lain pada jaman dahulu kala. Jangan lupa masukan juga tomat, daun salam dan lengkuas.

Tambahkan air secukupnya, masak dengan api kecil sampai daging matang dan empuk.  Jangan lupa masukkan tempe yang sudah diiris-iris agar tempe ikut matang juga. Setelah daging benar-benar empuk ( karena sudah dicacah tentu akan lebih cepat), masukkan kecambah wuku yang sudah dibersihkan kedalam masakan. Terakhir masukan santan sambil diaduk-aduk terus agar santan tidak pecah dan kuah jadi ambyaar kurang nikmat. Tambahkan garam, penyedap rasa dan sedikit gula.

Tunggu sampai benar-benar matang, silakan hidangkan untuk menemani sarapan atau makan siangmu. Kalau masih sisa bisa dipanasin lagi buat makan berikutnya. Kurang ngirit gimana coba!

Ayo, dicoba. Kalau di tempatnu nggak ada daging kerbau bisa di ganti daging sapi. Tapi yang namanya masakan tradisional khas suatu daerah ya...enaknya sesuai warisan leluhur dong!

Untuk lebih jelasnya boleh klik video ini, sila disubscribe juga ya...terima kasih.



 

Masakan ini bisa juga untuk  menemani  makan sahurmu besok yang sudah memasuki bulan Ramadan, bikinnya sore hari tinggal dipanasi sebentar buat makan sahur. Praktis dan bergizi tentunya...

Terima kasih, selamat memasuki bulan Ramadan bagi umat Muslim, semoga dapat beribadah dengan lebih khusuk  dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Kudus, 23 Oktober 2020

Salam hangat,

Sri Subekti Astadi

No comments:

Post a comment

Baca juga

Tentang Rumah yang Kesepian

    Sudah berbulan-bulan sepi sekali disini , hanya seorang lelaki kurus yang setiap hari menyapu lantaiku. Dinding-dinding yang terbuat...